Diberdayakan oleh Blogger.

TRENDING NOW

Portal Pacitan Menyajikan informasi, kabar, warta, berita, kegiatan, agenda terupdate diseputar kota pacitan.
ikm-pacitan-siap-go-online
Salah Satu Peserta Pelatihan Bisnis Online Saat Sedang Praktek Mengambil Gambar Produk
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan akses internet, maka semakin berkembang pula peluang - peluang usaha yang bisa dikembangkan. Peluang inilah yang dilihat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pacitan untuk mengembangkan pemasaran Industri Kecil Menengah (IKM) menggunakan teknologi informasi. 

Dengan mengambil tema Pelatihan Bisnis Online Bagi IKM di Kabupaten Pacitan, Dinas Dinas perindustrian dan Perdagangan Pacitan melatih 30 IKM - IKM yang ada di Pacitan. Bukan hanya IKM yang bergerak pada sektor olahan kuliner saja yang dilatih tetapi meliputi IKM Furniture, Fashion, Kerajinan Batik, Souvenir, Kerajinan Kulit, Kerajinan Tembaga, Kerajinan Batu maupun kerajinan dari bahan daur ulang.

Menurut Sri Kusumo, SIP, MM Kepala Bidang Perindustrian Dinas perindustrian dan Perdagangan Pacitan. Pelatihan yang diselenggarakan selama 2 hari (17-18 Oktober 2017) dengan memanfaatkan fasilitasi Akademi Komunitas Negeri (AKN) ini harapannya bisa mendorong IKM - IKM yang ada di Pacitan memanfaatkan media online untuk sarana promosi dan transaksi produk - produknya. 
"Dengan adanya media sosial seperti facebook, instagram kemudian marketplace seperti tokopedia dan bukalapak. Teknologi sangat mendukung berkembangnya ekonomi digital", Ucapnya saat membuka pelatihan IKM Pacitan go Online ini.

pelatihan-ikm-pacitan-siap-go-online-disperindag-pacitan
Photo Bersama Peserta Pelatihan Dengan Narasumber
Sementara itu menurut salah satu narasumber Tri Cahyo Nugoroho menjelaskan mengenai materi apa saja yang diberikan kepada peserta. 

"IKM - IKM pada pelatihan ini dibekali dengan pengetahuan dan praktek menggunakan media sosial dan marketplace. Begitu juga dengan fotografi produk serta cara pengiriman barang secara online" Ucap Peneliti di Badan Penelitian Pengembangan dan Statistik Kabupaten Pacitan ini.

Pasca pelatihan ini tidak lantas kemudian berhenti, akan tetapi akan tetap difasilitasi dalam bentuk forum IKM online Pacitan yang direncanakan menggunakan sekretariat di bekas pasar sawo. Forum ini nantinya sebagai tempat diskusi dan berinteraksi antar pelaku IKM yang sudah dilatih.  
Portal Pacitan Menyajikan informasi, kabar, warta, berita, kegiatan, agenda terupdate diseputar kota pacitan.
eko-pamungkas-JW-wawancara-dengan-kades-ketro-tulakan
Eko Pamungkas, Jurnalis Warga Saat Wawancara Dengan Kepala Desa Ketro Kecamatan Tulakan
Semenjak adanya perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 menjadi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk). UU tersebut mengamanahkan untuk menjamin akurasi data kependudukan dan ketunggalan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta ketunggalan dokumen kependudukan.

Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban penyelenggara negara untuk memfasilitasi dan mempermudah kepngurusan dokumen adminduk ini. Hal ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya dokumen kependudukan dalam menunjang aktivitasnya. Sehingga kesadaran warga negara untuk mengurus atau memiliki dokumen kependudukan atas inisiatif sendiri masih rendah.

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kesadaran warga ini, mulai dari faktor ekonomi, kondisi geografis maupun paradigma akan susahnya mengurus dokumen adminduk ini. Meskipun kepengurusan dokumen adminduk di Kabupaten Pacitan gratis akan tetapi bagi sebagian warga lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang lokasinya dipedesaan, mengurus dokumen adminduk ini masih merupakan sesuatu yang mahal.

Berangkat dari persoalan ini, Pemerintah Desa Ketro bersama tim perumus RKP desa kemudian menginisiasi untuk memfasilitasi kepengurusan dokumen adminduk hanya sampai di desa saja. Dengan kemampuan anggaran desa, Desa Ketro akan membiayai tenaga jasa kurir yang bertugas untuk memfasilitasi kepngurusan dokumen adminduk warga Desa Ketro.

Hal ini disampaikan oleh Tupani Kepala Desa Ketro yang menjelaskan kepada pewarta jika dalam musdes RKP tahun 2017 disepakati bahwa Desa Ketro merencanakan kegiatan pemenuhan identitas hukum bagi masyarakat khususnya warga masyarakat miskin, disabilitas, dan lansia di Desa Ketro. Kegiatan ini dilakukan dengan menunjuk seorang petugas untuk memfasilitasi kepengurusan dokumen adminduk secara kolektif setiap  satu sampai tiga bulan. 

"Pemerintah Desa Ketro akan menunjuk satu untuk memfasilitasi kepengurusan dokumen adminduk secara kolektif setiap  satu sampai tiga bulan sekali". Ucap Tupani saat ditemui di Kantor Desa Ketro.

Lebih lanjut Tupani berharap jika nantinya semua warga Desa Ketro tanpa terkecuali akan memiliki dokumen adminduk sebagai bagian dari identitas hukum warga negara Indonesia. Harapannya dengan adanya program kegiatan yang dibiayai oleh APBDesa ini akan membantu warga desa khususnya warga Lansia, Warga Miskin, penyandang disabilitas dan warga lainnya akan terbantu dalam hal transportasi ke kantor dukcapil di Kabupaten. 

"Kami mengharapkan semua warga masyarakat memiliki identitas hukum tanpa terkecuali"  Pungkas Kepala Desa yang juga seorang dalang wayang kulit ini.
Portal Pacitan Menyajikan informasi, kabar, warta, berita, kegiatan, agenda terupdate diseputar kota pacitan.
ilustrasi-penyandang-disabilitas
Ilustrasi Masalah Sosial Para Penyandang Disabilitas dan Keterbelakangan Mental
Desa Ketro adalah salah satu desa di Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan. Desa Ketro terbagi menjadi 11 Dusun dengan cakupan wilayah hampir 1.873.00 H. Desa Ketro bukanlah desa yang dekat dengan pusat kota, akan tetapi Desa Ketro berada di pegunungan dan perbukitan yang berbatasan langsung dengan daerah pinggi kabupaten Ponorogo. Dengan kondisi geografis yang ekstrim inilah kemudian banyak warga masyarakat desa yang hidup dibawah garis kemiskinan.  

Di tengah gencar gencarnya pemerintah memerangi kebodohan dan kemiskinan, ternyata jauh di pelosok desa masih terdapat masyarakat Desa Ketro yang belum tersentuh pendidikan dan perhatian pemerintah. Di Dusun Montongan misalnya terdapat penyandang disabilitas yakni Heru Totosusilo (27 th) anak dari Sumardi (50th) dan sariyem (49th). Rita Astuti anak dari Tugiman (51th) dan sarini (54th). Mereka sama sekali belum pernah mendapat perhatian dari pihak manapun, padahal kondisinya sangat memprihatinkan.

Dengan kondisi psikis Heru dan Rita yang kurang sempurna, Sumardi dan Tugiman tidak dapat berbuat banyak pada anaknya. Apalagi faktor ekonomi keluarga ini juga kurang memadai. Kondisi Heru yang mengalami keterbelakangan mental dibiarkan tanpa mendapatkan perwatan. Kedua orang tua Heru dan Rita sudah pasrah dengan keadaan meskipun terkadang juga mengeluh mengenai masa masa depan anaknya. Harapan mereka sudah tua seakan pupus dan tidak tahu nanti akan bergantung pada siapa. Selama ini Heru dan Rita sangat bergantung pada orang tuanya meski makan saja harus disuapi.

Harapan orang tua Heru dan Rita sekarang tinggal bergantung pada Pemerintah Desa Ketro. Mereka berharap ada petugas khusus dari Pemerintah Desa. Harapannya ada perhatian khusun pada mereka para penyandang disabilitas dan keterbelakangan mental.

“Semoga ada petugas khusus untuk membimbing mereka agar mereka tidak tergantung pada orang lain terus – terusan” Ucap Sumardi dan Tugiman saat Tim Jurnalis Warga Desa menemui.

Portal Pacitan Menyajikan informasi, kabar, warta, berita, kegiatan, agenda terupdate diseputar kota pacitan.
pemdes-ketro-tulakan-slaurkan-bantuan-untuk-orang-dengan-gangguan-jiwa
Pemerintah Desa Ketro Salurkan Bantuan Untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa
Menindak lanjuti komitmen pemerintah Desa Ketro terhadap penyandang disabilitas dan prioritas Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat.  Jurnalis warga bersama pemerintah desa turun ke masyarakat melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat. Kegiatan ini dimaksudkan agar prioritas penggunaan anggaran desa lebih propoor, pro gender , berpihak pada kaum marjinal, dan pada kelompok penyandang disabilitas. 

Kegiatan pendataan ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Kegiatan ini diawali pada hari ini rabu 30 Agustus 2017, Parji ketua Rt 02 Dusun Arjosari dan Marsito Kepala Dusun Arjosari  melaporkan hasil pendataan ke kantor desa. Menyampaikan kondisi warganya yang ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa. 

Dari informasi yang dilaporkan bahwa ada penderita ODGJ berinisial AR yang tinggal bersama kakek dan neneknya yang tinggal di Rt 02 Rw 05 Dusun Arjosari. Informasi ini kemudian disampaikan ke pemerintah Desa Ketro Kecamatan Tulakan.  Dari hasil proses verifikasi inilah kemudian pemerintah Desa Ketro melalui bendahara desa menyalurkan bantuan uang tunai 1.500.000,- kepada keluarga penderita dengan harapan mampu meringankan beban keluarga.

Kepala Desa Ketro Tupani sangat berterima kasih adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Desa, Jurnalis Warga, Perangkat dan Masyarakat dalam upaya membangun desa. Hal ini disampaikan Tupani kepada pewarta warga yang mengapresiasi langkah yang diambil.

“Langkah Parji dan Marsito yang tanggap punya empati dan simpati terhadap warganya perlu di contoh oleh masyarakat yang lain. Karena pemerintah desa mebutuhkan bantuan dan kerja sama semua pihak”. Ucapnya dikantor Desa Ketro.

Lebih lanjut Kepala Desa yang juga seorang dalang wayang kulit ini menambahkan jika dengan adanya Jurnalis Warga dan kerja sama yang baik, maka pemerintah desa  akan mendapatkan informasi yang selama ini tidak diketahui. 

“Masalah yang ada di Desa Ketro itu perlu di selesaikan bersama, mari kita saling bahu - membahu demi kesejahteraan masyarakat Desa Ketro. Pemerintah desa dengan senang hati dan terbuka menerima masukan dalam bentuk apapun.” Pungkasnya kepada pewarta.

ditulis oleh jurnalis watga desa ketro Tinar suprihatin

Portal Pacitan Menyajikan informasi, kabar, warta, berita, kegiatan, agenda terupdate diseputar kota pacitan.
wisatawan-olahan-tuna-otobus-pandawa
Perwakilan Pusat Oleh - Oleh Khas Pacitan Dengan PO Pandowo 87 
Guna meningkatkan tingkat visitasi wisatawan tidaklah cukup dengan sekedar menunjukkan lokasi wisata yang indah. Akan tetapi kenyamanan dan pelayanan di tempat wisata juga sangat mempengaruhi kepuasaan wisatawan. Dari kepuasaan wisatawan inilah kemudian yang menimbulkan rasa kangen untuk kembali lagi ke lokasi wisata pacitan. Kembalinya wisatawan ini tentunya akan mengajak saudara, kolega dan keluarga untuk berbagi keindahan panorama pacitan yang menawan.

Setidaknya itulah gagasan yang dibangun oleh kedua perusahaan jasa transportasi wisata PO Pandawa 87 dengan perusahaan pusat oleh-oleh khas Pacitan Putra Samudra. Komitmen menmajukan pariwisata Pacitan ini diprakarsai kedua belah pihak di kantor PO. Pandawa 87, Jalan Boyolali-Semarang KM 1, Boyolali Jawa Tengah(07/09/2017)

Dalam pertemuan ini Iwan Pandawa manajer Pandowo 87 menuturkan jika perusahaan otobus pariwisata khususnya Pandowo 87 sangat terbantu dengan adanya tempat transit yang representatif dan nyaman. Dengan adanya tempat transit yang nyaman seperti di Rumah Makan Putra Samudra 2 Yang berada di kecamatan Punung, membuat para penumpang yang akan berwisata menjadi nyaman dan ada tempat untuk sekedar istirahat, makan, mandi dan beribadah sebelum melanjutkan ke tempat wisata yang lumayan berat medannya.

"Setelah perjalanan jauh dari luar kota, para penumpang dan kru biro perjalanan membutuhkan tempat untuk transit yang nyaman" Ucap pemilik Po Pandowo 87 ini.

Sementara itu, Aryo Wahyu perwakilan dari Pusat oleh - oleh terbesar dan terlengkap di Pacitan Putra Samudra menambahkan bahwa wisatawan yang datang ke Pacitan itu adalah tamu. Bukan hanya sekedar tamu biasa tetapi tamu istimewa yang harus dilayani sebaik mungkin. Untuk itu Putra Samudra berkomitmen untuk melayani para wisatawan dengan sepenuh hati. Di Rumah Makan dan Pusat oleh - oleh Putra Samudra, wisatawan akan mendapatkan prioritas sejak datang di Pacitan, di lokasi wisata sampai akan kembali ke kota asal. 

"Rumah Makan dan Pusat oleh-oleh Putra Samudra menyediakan semua fasilitas kelas satu mulai dari tempat istirahat, MCK, tempat ibadah sampai pada tersedia oleh-oleh khas Pacitan yang berkualitas" Ucap Pria berkaca mata ini.


Selamat menikmati keidahan wisata pacitan yang masih asri. Bagi anda yang sedang berwisata ke Pacitan jangan lupa mampir ke Toko Putra Samudra  untuk membawa Oleh - Oleh Khas Pacitan ke Kampung halaman. Pusat oleh - oleh khas Pacitan Putra Samudra berada di Jalan Raya Pacitan - Solo km 03 Pacitan atau tepatnya depan makam kucur. 

Jika anda tidak sempat ke Pacitan sekarang kami siap melayani kirim pesanan Oleh - Oleh Khas Pacitan Ke seluruh Indonesia. Silahkan Klik di Sini Untuk Melakukan Pemesanan Oleh - Oleh Khas Pacitan.
Portal Pacitan Menyajikan informasi, kabar, warta, berita, kegiatan, agenda terupdate diseputar kota pacitan.
sarana-prasarana-paud
Suasana Belajar Mengajar di PAUD Dusun Pahit Desa Tahunan
Keinginan untuk dapat mencerdaskan anak bangsa melalui Pendidikan Anak Usia Dini, menjadi semangatnya memilih profesi sebagai guru PAUD. Siti Nurul Hidayah, atau yang akrab disapa Nurul. Bertempat tinggal di RT03 RW04 Dusun Pahit Desa Tahunan. Dia menikah pada tahun 2007 dan sekarang sudah dikaruniai 2 orang anak. Wanita yang lahir di Pacitan, 17 Juni 1988 itu, sehari hari bekerja sebagai pengajar di PAUD PERMATA BUNDA.Yang berlokasi di RT 01 RW01 Dusun Nanggungan Desa Tahunan. Sudah 7 tahun lamanya ia mengajar PAUD.

Tentu ada saja tantangan yang harus dihadapi dalam mengajar. Seperti anak yang hiperaktif ataupun pendiam. Tapi dengan sabar dan telaten Nurul mampu membimbing mereka. Bukan hanya itu, dia mengatakan untuk merelevankan ijasah guru PAUD, diharuskan S1 PG PAUD. Tetapi uang insentif yang Nurul terima tidak cukup untuk biaya kuliah yang mahal.

"Setiap bulan saya digaji 100 ribu, itu pun diterimakan 1 tahun sekali"ujarnya.

Namun itu tidak menghentikan semangatnya untuk mengajar. Walau jarak rumah dan sekolah cukup jauh, baginya menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia. Dalam hal ini Nurul berharap pemerintah mengadakan beasiswa kuliah guru PAUD agar para guru tidak terbentur biaya kuliah.
Dalam sehari dia mengajar 2 kelompok belajar, yakni TK dan Kelompok Bermain. Karena gedung yang digunakan hanya memiliki satu ruangan.

"Jadi satu ruangan ditempati 2 kelompok belajar, dan itu pun hanya dibatasi rak buku" ungkap ibu 2 anak itu.

Menurutnya saat ini kendala yang perlu mendapat perhqtian khusus adalah gedung. Karena jika dalam 1 ruangan terdapat 2 kelompok belajar, akan mengganggu konsentrasi belajar anak anak.
Dia pun menambahkan, untuk menunjang kenyamanan anak dalam belajar dibutuhkan gedung dan sarana prasarana yang sesuai standar pendidikan anak usia dini. "Harapan saya, Pemerintah cepat tanggap dalam meperhatikan kelayakan ruangan untuk belajar dan kesejahteraan guru PAUD" tutupnya.

Portal Pacitan Menyajikan informasi, kabar, warta, berita, kegiatan, agenda terupdate diseputar kota pacitan.
musdes-rkpdesa-ketro-tulakan-pacitan-prioritaskna-disabilitas
Pra Musdes RKP desa dalam rangka menyusun RKP Desa Ketro Kecamatan Tulakan
APBDesa merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang disusun sebagai pedoman Pemerintah Desa untuk menjalankan roda pemerintahan di desa. Sebelum ditetapkan dengan peraturan desa, APBDesa ini terlebih dahulu ditetapka dokumen perencanaan desa yaitu Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa pada tahun sebelumnya. Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Desa Ketro bersama BPD menggelar Pra Musyawarah Desa penetapan RKP Desa Ketro Tahun 2018.

Bertempat di Balai Desa Ketro Kecamatan Tulakan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar musyawarah desa dengan melbatkan partisipasi warga masyarakat desa. Musyawarah Desa Ketro tahun ini dilaksanakan agak berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, selain merupakan amanah dari peraturan menteri Desa no 2 tahun 2015 juga karena dibentuknya tim 11 yang difasilitasi oleh SEPOLA desa.

Tim 11 penyusun RKP desa dengan cermat menyusun rencana kerja pembanguna desa berdasarkan masukan dan usulan dari masing – masing dusun. Usulan RKP desa tahun 2018 kali disusun dengan melibatkan lebih banyak unsur diantaranya kaum perempuan, warga miskin dan juga penyandang disabilitas. Eko Pamungkas yang merupakan salah satu peserta yang mewakili penyandang disabilitas Desa Ketro menuturkan bahwa Musyawarah Desa Ketro tahun ini semakin baik dan partisipatif bila dibandingkan pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya.   

Dengan keterlibatan warga secara partisipatif ini tentunya membawa perubahan pada penyusunan APBDesa Ketro yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya komitmen dari pemerintah desa bahwa tahun 2018 nanti prioritas penggunaan APBDesa tidak lagi hanya fokus mengerjakan sarana dan prasarana desa saja. Pemerintah Desa Ketro berkomitmen untuk menambah alokasi pemberdayaan masyarakat dalam APBDesa tahun 2018. Hal ini seperti yang diungkapkan Kepala Desa Ketro Tupani dalam sambutannya 

“Keseimbangan antara sarana  prasarana dengan pemberdayaan sebab apabila sarana dan prasarana baik tanpa di imbangi peningkatan sumberdaya manusia tidak ada artinya” ucapnya di depan peserta musyawarah desa. 

Di tulis oleh jurnalis warga desa ketro Tinar suprihatin

Gallery Kabupaten Pacitan